Tuesday, 22 June 2010

Hadits Ahad

Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh seorang atau lebih tetapi tidak mencapai tingkat mutawatir. Sifatnya atau tingkatannya adalah "zhonniy". Sebelumnya para ulama membagi hadits Ahad menjadi dua macam, yakni hadits Shahih dan hadits Dha'if. Namun Imam At Turmudzy kemudian membagi hadits Ahad ini menjadi tiga macam, yaitu:

1. Hadits Shahih

Menurut Ibnu Sholah, hadits shahih ialah hadits yang bersambung sanadnya. Ia diriwayatkan oleh orang yang adil lagi dhobit (kuat ingatannya) hingga akhirnya tidak syadz (tidak bertentangan dengan hadits lain yang lebih shahih) dan tidak mu'allal (tidak cacat). Jadi hadits Shahih itu memenuhi beberapa syarat sebagai berikut :
  1. Kandungan isinya tidak bertentangan dengan Al-Qur'an.
  2. Harus bersambung sanadnya
  3. Diriwayatkan oleh orang / perawi yang adil.
  4. Diriwayatkan oleh orang yang dhobit (kuat ingatannya)
  5. Tidak syadz (tidak bertentangan dengan hadits lain yang lebih shahih)
  6. Tidak cacat walaupun tersembunyi.

2. Hadits Hasan

Ialah hadits yang banyak sumbernya atau jalannya dan dikalangan perawinya tidak ada yang disangka dusta dan tidak syadz.

3. Hadits Dha'if

Ialah hadits yang tidak bersambung sanadnya dan diriwayatkan oleh orang yang tidak adil dan tidak dhobit, syadz dan cacat.

Hadits Mutawatir

Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh sekelompok orang dari beberapa sanad yang tidak mungkin sepakat untuk berdusta. Berita itu mengenai hal-hal yang dapat dicapai oleh panca indera. Dan berita itu diterima dari sejumlah orang yang semacam itu juga. Berdasarkan itu, maka ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar suatu hadits bisa dikatakan sebagai hadits Mutawatir:
  1. Isi hadits itu harus hal-hal yang dapat dicapai oleh panca indera.
  2. Orang yang menceritakannya harus sejumlah orang yang menurut ada kebiasaan, tidak mungkin berdusta. Sifatnya Qath'iy.
  3. Pemberita-pemberita itu terdapat pada semua generasi yang sama.


Pengertian Hadits

Hadits adalah segala perkataan (sabda), perbuatan dan ketetapan dan persetujuan dari Nabi Muhammad SAW yang dijadikan ketetapan ataupun hukum dalam agama Islam. Hadits dijadikan sumber hukum dalam agama Islam selain Al-Qur'an, Ijma dan Qiyas, dimana dalam hal ini, kedudukan hadits merupakan sumber hukum kedua setelah Al-Qur'an.
Ada banyak ulama periwayat hadits, namun yang sering dijadikan referensi hadits-haditsnya ada tujuh ulama, yakni Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Abu Daud, Imam Turmudzi, Imam Ahmad, Imam Nasa'i, dan Imam Ibnu Majah.
Ada bermacam-macam hadits, seperti yang diuraikan di bawah ini.


  • Hadits yang dilihat dari banyak sedikitnya perawi
    • Hadits Mutawatir
    • Hadits Ahad
      • Hadits Shahih
      • Hadits Hasan
      • Hadits Dha'if
  • Menurut Macam Periwayatannya
    • Hadits yang bersambung sanadnya (hadits Marfu' atau Maushul)
    • Hadits yang terputus sanadnya
      • Hadits Mu'allaq
      • Hadits Mursal
      • Hadits Mudallas
      • Hadits Munqathi
      • Hadits Mu'dhol
  • Hadits-hadits dha'if disebabkan oleh cacat perawi
    • Hadits Maudhu'
    • Hadits Matruk
    • Hadits Mungkar
    • Hadits Mu'allal
    • Hadits Mudhthorib
    • Hadits Maqlub
    • Hadits Munqalib
    • Hadits Mudraj
    • Hadits Syadz
  • Beberapa pengertian dalam ilmu hadits
  • Beberapa kitab hadits yang masyhur / populer

Pengertian gempa

Ketika kita sedang asyik mengetik di depan computer, tiba-tiba kursi terasa bergoyang. Atau tiba-tiba lampu gantung di langit-langit berayun-ayun. Inilah salah satu gejala yang kita rasakan bila terjadi gempa.

Gempa terjadi karena adanya pergeseran tiba-tiba dari lapisan tanah di bawah permukaan bumi. Ketika pergeseran ini terjadi, timbul getaran yang disebut gelombang seismik. Gelombang ini menjalar menjauhi focus (sumber gempa) ke segala arah di dalam bumi. Ketika gelombang ini mencapai permukaan bumi,getarannya bisa merusak apa saja yang dilewatinya. Besarnya daya rusak ini tergantung pada kekuatan sumber gempa dan jarak fokus. Kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa ditentukan juga oleh mutu bangunan dan mutu tanah dimana bangunan itu berdiri. Tanah yang labil dan kontruksi bangunan yang tidak memenuhi standar bangunan tahan gempa memberikan peluang kerusakan yang lebih parah.

Gempa dalam skala kecil mungkin hanya menyebabkan lampu gantung berayun-ayun, atau tempat duduk kita bergoyang. Tetapi bila gempa yang terjadi berkekuatan besar bisa menyebabkan runtuhnya gedung-gedung bertingkat, rumah, gedung sekolah, tempat badah, dan bangunan-bangunan lainnya.
Gempa terus terjadi mengiringi sejarah terbentuknya peradaban manusia. Mungkin sudah tak terhitung besarnya kerugian dan bencana yang ditimbulkan oleh peristiwa gempa bumi. Ribuan, bahkan sudah ratusan ribu nyawa melayang akibat gempa. Bahkan sejak 4000 tahun yang lalu gempa bumi telah menelan korban 13 juta jiwa.

Di Indonesia gempa terjadi hampir sepanjang tahun dengan kekuatan yang berbeda-beda. Gempa dahsyat diikuti tsunami yang melanda Aceh-Sumut akhir tahun 2004, gempa Alor (2004), gempa Nabire (2004), atau gempa Nias (2005) adalah peristiwa kelam yang memperpanjang daftar gempa-gempa yang pernah terjadi di Indonesia sebelumnya. Dengan jumlah korban mencapai ratusan ribu orang tak urung menjadikan gempa sebagai salah satu fenomena alam yang sangat berbahaya. Peristiwa-peristiwa serupa bukan tidak mungkin akan terjadi lagi mengingat letak Indonesia berada di pertemuan tiga lempeng dunia.

Al Baqoroh ayat 1-5

الم
Alif Laam Miim. 
 
ذَلِكَ الْكِتَابُ لا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ
Kitab (Al Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,

الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ
(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka,

وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ
dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur'an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.

أُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.

Surat Al Fatihah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
 
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, 
 
الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, 
 
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
Yang menguasai hari pembalasan. 
 
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan 
 
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
Tunjukilah kami jalan yang lurus, 
 
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ
(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Monday, 21 June 2010

Surat Ali 'Imran ayat 2

اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya.

Ayat di atas menerangkan bahwa kekuasaan Allah SWT benar-benar besar dan akan selalu hidup sampai kapanpun, tidak seperti sifat makhluknya yang hanya hidup sementara dan hanya dititipi sedikit amanha untuk bisa mengurusi makhluk lainnya.
 

Gejala Awal Terjadinya Gempa

Meski gempa belum mampu diprediksi, ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk membantu mengenali akan terjadinya gempa.

1.    Melihat awan gempa, awan gempa ini berupa gugusan awan seperti angin puting beliung, atau bisa juga berbentuk batang pohon yang berdiri / vertical. Memang ini sangat kasuistis, artinya tidak semua gempa (terutama gempa berkekuatan besar) selalu didahului dengan munculnya awan gempa. Awan berbentuk aneh itu terjadi karena adanya gelombang elektromagnetis berkekuatan sangat besar dari dalam perut bumi, sehingga menyerap daya listrik yang ada di awan. Itulah sebabnya mengapa awannya seperti kesedot ke bawah. Gelombang elektromagnetis itu sendiri terjadi akibat adanya pergeseran atau patahan lempeng bumi. Meski demikian, belum tentu adanya awan seperti itu bisa dijadikan patokan akan terjadi gempa besar. Bisa jadi awan seperti itu terbentuk oleh factor lain, misalnya oleh asap pesawat. Sebagai informasi, ketika terjadi gempa Kobe Jepang (1995), awan gempa terlihat di langit, 8 hari sebelum gempa terjadi. Sebelumnya, di tahun 1993 saat terjadi gempa Kagoshima, awan serupa terlihat sehari sebelumnya. Sementara itu pada saat terjadi gempa Nigata (2004) awan gempa terlihat 4 jam sebelumnya.

2.    Untuk memastikan bahwa awan yang muncul itu awan gempa atau bukan bisa ditempuh pengecekan sederhana, yaitu dengan melakukan uji medan elektromagnetis, melalui : cek siaran TV, apakah tampilan di layarnya “brebet-brebet”, kalau ada mesin fax, dicek apakah lampunya tiba-tiba kedap-kedip (blinking) padahal tidak sedang transmit data, atau bisa dengan mengecek apakah data yang kita terima melalui fax teksnya berantakan atau tidak, matikan arus listrik, bila lampu neon tetap menyala berarti ada gelombang elektromagnetis berkekuatan besar.

3.    Melihat perilaku hewan. Dua hal di atasbelum bisa dijadikan patokan pasti akan terjadi gempa. Untuk lebih meyakinkan kita bisa memperhatikan perilaku hewan. Bila pada saat yang bersamaan hewan-hewan bertingkah aneh / gelisah, berlarian ke sana kemari, kemungkinan ada gelombang elektromagnetis. Biasanya insting hewan sangat tajam dan bisa merasakan adanya gelombang elektromagnetis. Bila kita melihat gejala-gejala di atas, maka harus waspada dan melakukan tindakan-tindakan antisipasi bila terjadi gempa bumi.

Daerah Rawan Gempa di Indonesia

Letak geologis Indonesia yang berada di jalur pertemuan tiga lempeng dunia menyebabkan wilayah Indonesia memiliki tingkat kerawanan gempa yang sangat tinggi. Pertemuan lempeng Eurasia, indo-australia, dan lempeng pasifik menyebabkan terjadinya gempa sepanjang tahun di Indonesia dengan kekuatan gempa yang berbeda-beda.

Semua wilayah di Indonesia rentan terhadap bencana gempa, kecuali Kalimantan. Gempa paling sering terjadi di jalur subduksi Sunda (Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara), subduksi Banda (wilayah laut Banda), zona tumbukan Maluku, dan papua. Gempa-gempa besar terutama banyak dijumpai di Sumatera, Papua, dan Maluku.

Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (DVMBG) Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan 28 wilayah di Indonesia yang rawa gempa dan tsunami. Di antaranya NAD, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Tengah bagian selatan, Jawa Timur bagian selatan, Bali, NTB, dan NTT. Kemudian Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku Selatan, Biak, Yapen, dan Fak-Fak di papua serta Balikpapan, Kalimantan Timur.

Emergency Pack

To anticipate the possibilities of earthquakes in the years to come, then every family in one house are encouraged to provide the tools / needs as follows;

- First-aid box- Flashlight / lamp battery- Radio- Cooking equipment is a practical / simple making it easy to transport / carry.- Bathing and washing supplies (towels, soap, detergent, toothbrushes, toothpaste, and others).- Food supplements and water for at least three days.

 
Powered by Blogger